Generasi Muda Indonesia adalah Generasi Milenial Yang Cerdas!

Ilustrasi Generasi Milenial, sumber :  URL gambar

Berapa umur Anda ketika membaca tulisan saya ini ? 18 tahun ? 30 tahun ? 45 tahun ? Usia Anda tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana Anda membaca dan memahami setiap tulisan saya. Tapi bukan berarti tulisan saya ini tidak tepat dibaca oleh kalangan tertentu lo .. he he tulisan saya tetap berlabel untuk semua usia 🙂 Memang dari judul tulisan saya ini sudah bisa ditebak kemana segmentasi tulisan saya. Tapi tetap bukan berarti bahwa tulisan ini hanya untuk mereka yang mengganggap dirinya adalah seorang anak muda (dan atau generasi milenial). Tulisan ini saya tujukan sebagai ajakan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa saling bekerjasama saling bahu membahu untuk saling mencerdaskan generasi muda sebagai penerus negeri kita tercinta ini.

Sebelum kita lanjut tentunya kita perlu kembali mencermati kata “milenial” yang saat tulisan ini saya buat sangat sering kita baca dan dengar di media-media ataupun di pembicaraan-pembicaraan dalam kehidupan sosial masyarakat kita. Kalau kita melakukan sedikit internet research kecil-kecilan di internet memanfaatkan bantuan mbah Google, kita akan mendapatkan lebih dari 1 (satu) acuan terkait tentang siapa yang berhak menyandang predikat generasi milenial. Berangkat dari hal tersebut, saya memberanikan diri untuk menarik kesimpulan secara global bahwa yang disebut sebagai generasi milenial adalah sebuah generasi yang manusianya lahir di tahun-tahun mendekati milenium (tahun 1980 an sampai dengan awal tahun 2000).  Generasi milenial adalah merupakan anak-anak dari generasi sebelumnya yang dikenal dengan nama Baby Boomers atau generasi jaman jadoel. Selanjutnya penjelasan lebih detil terhadap perbedaan generasi, akurasi tahun kelahiran dan hal-hal yang terkait akan saya tulis dalam lain kesempatan saja atau tentunya saya persilahkan para pembaca untuk melakukan risetnya sendiri di internet. Saya lebih tertarik untuk mengupas bagaimana generasi milenial di negeri kita sendiri ini melangsungkan kehidupannya.

Jika kita bicara tentang generasi milenial maka pikiran kita tentunya akan langsung menuju kepada gadget (dawai digital) dan segala sesuatu yang terelasi dengan teknologi khususnya internet. Ya, generasi milenial sangat identik dengan generasi yang hidupnya sangat berdampingan dengan segala hal tersebut. Generasi milenial Indonesia juga seperti itu. Lihat saja di sekeliling kita, setiap anak kecil dan remaja selalu ditemani oleh sebuah telpon pintar (smartphone). Smartphone menjadi hal wajib yang harus selalu ada di dalam setiap kesempatan hidupnya, entah itu saat sedang belajar, bermain dan bekerja. Apa sih yang generasi milenial ini lakukan di smartphone nya tersebut ? Pertanyaan ini ketika tulisan ini saya ketik, sudah menjadi pertanyaan yang bodoh, pertanyaan yang menandakan bahwa si penanya pasti bukan dari generasi milenial alias bisa jadi pastinya dari generasi old  he he  ..

Ilustrasi Telpon Pintar, sumber : URL gambar

Smartphone adalah sebuah perangkat digital yang dapat melakukan komunikasi data. Dengan komunikasi data, smartphone memungkinkan penggunakanya untuk melakukan komunikasi jarak jauh baik dengan suara, teks dan video. Data yang dikirim-terima melalui jaringan internet juga memungkinkan si pengguna bisa melakukan akses ke media sosial, situs internet, bermain games secara online dan hal-hal lainnya yang melibatkan data. Kesimpulannya, generasi milenial yang terkoneksi ke dunia internet dapat melakukan apa saja dalam kehidupannya. Konkritnya ? ya membaca dan mengirimkan pesan berupa email ke seluruh dunia, mendapatkan informasi dengan membaca situs-situs internet, menonton video/film, mendengarkan musik dan termasuk melakukan belajar mandiri secara mudah dan menyenangkan. Contoh, jika generasi milenial ingin belajar memasak nasi goreng, mereka tinggal buka situs seperti Youtube, kemudian menonton tutorial cara membuat nasi goreng dan belajar yang lainnya semua ada dan bisa dicari di internet.

Ilustrasi Dunia Internet, sumber : gambar URL

Berbicara tentang internet artinya kita berbicara tentang sebuah dunia tanpa batasan. Sebuah dunia yang menyediakan apapun yang dibutuhkan oleh manusia. Sebuah dunia yang bisa dimasuki, diakses dan dijalani hanya dengan menggerakkan tangan. Sebuah dunia dimana kita bisa menjadi siapa saja, apa saja dan dimana saja. Jika sudah demikian maka sangatlah masuk akal jika semua informasi yang tersedia di internet belum tentu merupakan informasi yang positif, informasi yang berguna ataupun informasi yang betul dan valid. Menjadi sangat masuk akal jika dunia internet bisa juga menjadi sebuah dunia yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Hal ini lah yang harus membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya harus betul-betul melengkapi dirinya dengan kemampuan yang lebih.  Terlebih lagi tentunya bagi generasi milenial. Anak muda milenial rata-rata sudah fasih betul menggunakan teknologi dalam hal ini internet. Namun jika milenial masuk dengan hanya mengandalkan kemampuannya menggunakan teknologi saja, maka hal-hal buruk bisa jadi menimpa dirinya.  Bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia dengan limpahan tenaga produktif, yang kebetulan bisa jadi generasi milenial tentunya menjadi harapan positif bagi bangsa ini untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan. Namun bangsa ini memerlukan tidak hanya sekedar masyarakat yang paham menggunakan teknologi, namun lebih kepada masyarakat yang melek dan cerdas terhadap teknologi.

Netizen, sebutan mereka yang sangat sering menggunakan internet, haruslah menjadi seorang netizen yang cerdas. Menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001, salah satu arti kata cerdas adalah tajam fikiran. Orang cerdas tidak terpaku pada teori namun lebih terhadap pemahaman konsep. Bagi orang cerdas, senjata utamanya adalah logika, dan pengetahuan yang ia dapat dari teori hanyalah sebagai pendukung. Dengan menjadi seorang netizen yang cerdas, maka dia paham dengan perilaku teknologi yang sedang digunakannya. Hal ini memungkinkan ia untuk menggunakan teknologi secara aman karena mengetahui konsekuensi terhadap penggunaan teknologi tersebut. Contoh nyatanya bisa kita lihat dari media sosial saja. Generasi milenial yang cerdas bukanlah generasi yang secara aktif di media sosial untuk menuliskan kegiatannya menit demi menit, bahkan menuliskan rahasia pribadi dan keluarganya, lalu kemudian berteriak-teriak komplain, mengeluh dan bahkan menuntut sebuah media sosial setelah datanya (katanya) dicuri orang lain. Generasi milenial yang cerdas paham dan bisa mendapatkan manfaat positif dari media sosial bukan sebaliknya mendatangkan ancaman dan pengaruh negatif kepada dirinya dan lingkungannya.

Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak anti dan gaptek teknologi untuk membawa negeri ini ke peradaban yang akan membuat bangsa ini lebih maju lagi. Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas dalam menggunakan teknologi. Indonesia membutuhkan generasi milenial yang cerdas, bukan sekedar generasi alay yang hanya bisa menggunakan HP untuk merekam video goyang-goyang sambil monyong dan memviralkan untuk kepentingannya sendiri.. itu HP pun masih dibelikan ortu alias bukan beli pake uang sendiri, dan dengan kondisi terpaksa pula.. duuh..  #sayaNETizenCerdas! #generasiMudaAntiHoax #stopMakingStupidPeopleFamous

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *