Berita Positif vs Berita Negatif

Tulisan ini bukan saya buat untuk ikut berkontribusi di dalam warna warni tahun politik. Namun kebetulan saja tulisan tentang perbedaan berita positif dan berita negatif ini saya tulis dan publikasikan saat beberapa stasiun televisi negeri kita plus beberapa media online memuat beberapa berita terkait dengan bentrok pendukung dan penolak sebuah deklarasi yang dianggap mendahului sebuah proses demokrasi yang terjadwal. Tapi saya merasa bersyukur dan lega juga bahwa masih banyak berita di media yang masih aktif memilih untuk menayangkan perjuangan pahlawan-pahlawan olahraga kita di perhelatan Asian Games 2018 Jakarta Palembang, yo yo ayo … siapa kita ? Indonesiaaaa !!

Ilustrasi Berita, sumber : URL gambar

Baiklah pembaca yang budiman, seperti biasa, di awal tulisan kita perlu dulu membedah beberapa definisi dan terminologi dari sebuah kata atau kalimat. Menurut Wikipedia, berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berita bisa berarti cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; bisa juga berarti laporan atau bisa jadi berarti pemberitahuan, pengumuman.

Ilustrasi Fakta vs Opini , sumber : URL gambar

Berbicara tentang kata berita, maka tentunya kita juga harus mencari pengertian berita dari sudut pandang jurnalistik. Menurut Paul de Massenner, Berita adalah sebuah informasi yang penting dan menarik perhatian serta menarik minat khalayak pendengar. Menurut Charnley dan James M. Neal, Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa, opini, kecenderungan, situasi, kondisi interpretasi yang penting, menarik, masih baru dan harus disampaikan secepatnya kepada khalayak. Menurut Assegaf, dalam Sumadiria 2005: 64-65 Berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang termassa, yang dapat menarik perhatian pembaca, karena sesuatu yang luar biasa, penting, mencakup sisi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan. Mitchel V. Charnley dalam bukunya Reporting edisi III (Holt-Reinhart & Winston, New York, 1975 halaman 44) menyebutkan berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas. Jadi gimana pembaca, ya memang kita harus tarik sendiri kesimpulan globalnya. Ok kita bisa simpulkan saja bahwa berita bisa jadi berisi fakta, ide atau opini, yang dianggap penting oleh si penerima berita.

Dari pengertian di atas maka sebuah fakta adalah sama derajatnya dengan sebuah ide, bahkan sebuah opini pun bisa sama derajatnya dengan fakta di dalam sebuah berita. Artinya semuanya bisa dianggap menjadi berita, selama ketiga hal tersebut dianggap penting oleh pembaca, pendengar dan penonton, atau setidaknya dibuat menjadi penting oleh sekelompok orang. Maka wajar saja, seringkali kita disuguhkan sebuah berita di media cetak maupun elektronik yang terlihat memang bukan seperti fakta tapi lebih kepada kumpulan opini-opini yang digoreng sana sini. Wajar juga jika akhirnya sebuah berita bisa menjadikan sebuah situasi menjadi tidak kondusif atau sebaliknya justru untuk menciptakan situasi yang kondusif.

Tulisan ini mengambil judul Berita Positif vs Berita Negatif, bukan kalimat berita positif vs kalimat berita negatif. Tapi bolehlah saya tuliskan dulu perbedaannya. Dalam Bahasa Indonesia kalimat berita positif adalah kaimat berita yang di dalamnya tidak terdapat pengingkaran. Contohnya : Kami selalu menyiram kebun setiap hari, Saya sudah memiliki cara untuk mengalahkannya, Wajah gadis itu sangat cantik. Sedangkan pada kalimat berita negatif terdapat pengingkaran yang dicirikan dengan kata tidak, bukan. Contohnya : Hari ini kami tidak menyiram kebun, Saya bukan seorang wartawan, Saya tidak pernah menempuh sejauh itu. Jadi kalimat berita negatif adalak kebalikan dari kalimat berita positif. Bagaimana dengan Berita Positif vs Berita Negatif ?

Ilustrasi media, sumber : URL gambar

Berita Positif vs Berita Negatif yang saya maksudkan pada tulisan ini adalah berita yang kita dapatkan di media konvensional dan media online termasuk yang disebarkan via jalur aplikasi mobile seperti whatsapp, line, dan yang lainnya. Di dalam kehidupan manusia yang sangat menggunakan teknologi sebagai penunjang utamanya, membuat manusia menjadi sangat haus akan informasi. Setiap detik dalam keseharian kita, pastilah kita akan menerima informasi baik terkait tentang agama, politik, olahraga, bangsa, keluarga dan terkait dengan hal-hal lainnnya yang kita terima baik dengan menonton TV, mendengar radio, membaca media sosial, jalur komunikasi dan sebagainya. Mau tidak mau, beberapa berita ini harus diakui ada yang membuat kita menjalani hari dengan bad mood, rasa marah dan sejenisnya. Walaupun memang beberapa informasi juga membuat kita optimis dan bersemangat. Nah, dengan mengingat bahwa siapa saja bisa menjadi apa saja di internet maka kita harus proteksi diri kita sendiri sehingga tidak langsung terpengaruh dengan berita-berita yang belum tentu benar di internet.

Ciri Berita Positif

Berita Positif adalah sebuah berita yang menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Tidak berbelit-belit dan membingungkan si pembaca. Biasanya berita positif ini diangkat berdasarkan fakta dan kejadian yang dapat dilihat, didengar, atau dirasakan. Fakta dari berita positif ini sudah tentu diambil dari sumber yang jelas dan dapat dipercaya. Berita yang positif tidak pernah mengadu domba atau menimbulkan perpecahan akibat SARA. Berita positif sangat perlu dan berguna untuk kita konsumsi di keseharian kita untuk menambah wawasan pengetahuan.

Ciri Berita Negatif

Berita Negatif sudah pasti berlawanan dengan ciri berita positif. Berita negatif biasanya dipenuhi dengan provokasi dan mengangkat SARA untuk memecahbelah sehingga terjadi perpecahan. Berita ini biasanya ditulis bukan berdasarkan fakta tapi melainkan lebih banyak berdasarkan opini-opini yang tidak jelas sumbernya. Penulisannya pun dibuat berbelit-belit dan membingungkan pembaca dengan harapan bisa membawa pikiran pembaca kepada hal negatif yang sudah direncanakan.

Sangat perlu bagi kita untuk bisa membedakan kedua berita ini. HOAX atau berita palsu, jelas-jelas adalah berita negatif. Dengan mengetahui ciri-ciri nya serta selalu mengasah kecerdasan dan kebijaksanaan, kita dapat terhindar dari ancaman dampak berbahaya dari berita HOAX atau berita negatif. Hal ini sangat perlu untuk menjaga bangsa ini dapat selalu terhindar dari perpecahan.  Situs-situs HOAX terkadang dibuat bukan hanya untuk kepentingan politik praktis di dalam negeri saja, tetapi bisa juga membawa misi kepentingan luar yang akan memporakporandakan negeri kita. Untuk itu mari kita bersiap, kita lawan HOAX dan berita negatif, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan kecerdasan berpikir dan tentunya kebijaksanaan. Think twice, double check, jangan grasa grusu ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *