Special Report : Labuan Bajo #1 Welcome !

Hari Selasa Tanggal 04 September 2018 terasa tidak seperti hari-hari biasanya. Setelah 2 – 3 minggu ini diwarnai kesibukan yang luar biasa di kantor, plus ada kawan jauh yang berkunjung, plus lagi ban mobil yang pecah, plus ramainya rumah seperti biasanya, akhirnya libur telah tiba …

Eits sebenarnya bukan libur sih ya, cuman kebetulan hari selasa ini nasib saya lagi baik sehingga diajak ikut rombongan Forum Kehumasan Bali berkunjung ke Nusa Tenggara tepatnya ke Labuan Bajo. Wah pas banget, walaupun denger-denger kalau di Labuan Bajo itu panas dan susah warung, tapi namanya refreshing yah disyukuri saja kan ya sekalian nambah pengalaman.

Jam 09.00 rombongan sudah bertolak mengendarai bis ke Bandara Internasional Ngurah Rai. Bis tidak penuh karena beberapa peserta sudah langsung berangkat mandiri ke bandara.  Saya bersyukur bisa ikut karena bisa bertemu dengan kehumasan dari seluruh kabupaten/kota di Bali dan juga instansi vertikal seperti OJK, Bank Indonesia dan lain lain. Kalau tidak salah tadi jam 11.00 kita sudah disuruh masuk pesawat via gate 4. Sebelumnya sih sudah nongkrong di gate 2 seperti informasi di layar, tapi mungkin karena situasi dan kondisi dipindah ke gate 4 (kapan ya kita punya jadwal yang super pasti he he). Dan ternyata e ternyata pesawat Garuda yang akan digunakan untuk terbang ke Labuan Bajo adalah jenis ATR. ATR itu kalau dilihat di wikipedia kepanjangannya Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de transport régional. Nah lo bahasa apaan itu yah , tapi yang jelas ATR ini pesawat dengan baling-baling. Jadi tempat duduknya terisi 2 kursi setiap sisinya.  Kalau saya baca-baca lagi memang pesawat ATR ini digunakan untuk melakukan penerbangan ke tempat-tempat yang rada kecil di nusantara ini, untuk eksplorasi nusantara lah. Tapi walaupun kecil tapi tidak mengurangi kenyamanan kok.. tapi tentu saja kalau mau menempatkan kenyamanan di atas segalanya, sewa saja dah jet pribadi 🙂

Rombongan Forum Humas Bali

Pembaca yang budiman, terbang di atas Nusa Tenggara sangat berbeda dengan di atas pulau Bali / Jawa. Dari atas terlihat banget bagaimana kondisi di bawah yang super panas dan sepertinya gersang. Tapi begitu melintasi di atas lautnya, wah keren banget lo pembaca. Itu pulau-pulaunya dengan hamparan lautnya luar biasa. Mungkin memang pulaunya tidak ada hijaunya terlihat, tapi terlihat super keren dari atas. Yuk singkat cerita, akhirnya tibalah rombongan bandara Komodo. Setelah prosesi singkat penerimaan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan tours n travel ditandai dengan pengalungan kain khas NTT.

Welcome !

Jadwal pertama di NTT setelah mendarat tentunya makan siang. Rombongan Forum Kehumasan Bali makan siang bersama di sebuah restoran bernama Pesona Bali 🙂 nah lo, jauh jauh ke Labuan Bajo ternyata makannya di Bali juga. Tapi jangan salah dulu, ternyata namanya doang yang Bali (kebetulan yang punya katanya sih dari Bali), semua makanannya adalah makanan olahan dari Labuan Bajo. Makanan serba ikan ini secara overall sudah masuk dah versi lidah sendiri, artinya bisa dinikmati.. Yang paling berkesan tentunya tidak ada rasa ikannya di ikan bakarnya, mungkin karena ini ikan super segar. Tapi yah kalau dibandingkan dengan olahan khas Jimbaran Bali, sepertinya saya tetap memilih Jimbaran he he ..  Ada juga sambal goreng teri (kalau tidak salah ya, mirip banget dengan teri), ada cumi juga dll. Nah untuk sup ikannya, menurut saya pribadi kurang asem, sepertinya kurang belimbing buluh deh tapi ndak tahu juga mungkin memang seperti itu. So.. sampai sejauh ini, nothing spesial dah makanannya, apalagi minumannya.

Jam 14.00 rombongan sudah berada di Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan diterima oleh Ibu Wakil Bupati drh. Maria Geong, PhD. Wah keren ya pembaca, Wakil Bupati berpendidikan tinggi lo. Lahir di Ruteng, Ibu Maria ini lulusan S1 UGM dan S2 dari Australia. Dari cara Ibu Maria memimpin rapat dan kalimat-kalimat yang dipilihnya menandakan pengetahuannya yang mantap. Keren dah pokoknya.  Wakil Bupati saat menerima rombongan ditemani oleh Assisten II dan Assisten III. Dari Bali sendiri rombongan dipimpin oleh Sekretaris Diskominfos Prov Bali Agus Suryawan. Rombongan Humas Bali ini terdiri dari gabungan humas se Bali baik kabupaten kota ataupun vertikal. Nampak dalam rombongan Ketua PWI Bali, Kadis Kominfo Kab Badung, Kadis Kominfo Kab Tabanan, Sekretariat DPRD Prov Bali, Bappeda Litbang Prov Bali, PLN, TVRI, RS Sanglah, Bank Indonesia, OJK dan perwakilan dari Kominfo se Bali. Ibu Wakil Bupati Maria menyambut baik kunjungan humas ini dan berharap rombongan humas dapat juga membantu promosi wisata yang ada di Labuan Bajo. Maria menjelaskan bahwa Labuan Bajo bukan cuman Komodo tapi ada beraneka wisat lainnya yang menarik. Maria berharap Labuan Bajo bisa menjadi seperti Bali apalagi Labuan Bajo sudah ditetapkan sebagai New Seven Wonder in the world (bersambung)

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *