Special Report : Labuan Bajo #3 Sebuah Pembuktian di Pulau Padar

Judulnya keren kan ya. Tapi memang betul, mendaki ke puncak bukit di Pulau Padar adalah pembuktian stamina dan kebugaran tubuh. Gimana tidak coba, bagi yang tahu dan atau pernah melakukan pendakian Gunung Batur di Bali, daerah setelah hutan cemara, persis dah, seperti itu dah kontur dari bukit  di Pulau Padar. Pembaca, tulisan ini adalah lanjutan dari petualangan saya di Labuan Bajo. Ikut bersama rombongan Forum Kehumasan Bali, saya mengikuti setiap tujuan dari rombongan. Nah kali ini saya ikuti rombongan menuju pendakian ke puncak Pulau Padar.

Kapal laut yang ditaksir harganya sekitar 1M rupiah yang membawa kami mendekat ke pulau Padar, berhenti di sekitar 3 meter dari daratan pulau. Dengan sekoci  yang selalu ikut di belakang kapal, kita diangkut bergiliran ke tepian pulau. Disambut oleh pedagang Kelapa Muda alias degan dan secuil pedagang cinderamata, kami langsung berhadapan dengan tangga kayu. Tangga kayu ini adalah tangga pertama yang akan membawa para pendaki menuju sebuah dataran yang tidak terlalu tinggi. Saya pikir tangga ini akan ada terus sampai di puncak. Sayangnya tidak demikian. Tapi di dataran yang pertama ini, kita sudah disuguhkan sebuah pemandangan ke bawah yang spektakuler. Naik sedikit lagi menaiki sejenis tangga dari batu saya sudah sampai di karang yang datar dengan pemandangan lebih luas lagi.

Keputusan untuk hanya menggunakan baju kaos tangan pendek tanpa topi, tanpa jaket, walaupun pake sepatu ket dan celana panjang kain, ternyata adalah keputusan yang keliru 🙁 Walaupun sudah pake sunblock di wajah dan lengan, sepertinya tidak cukup menahan gempuran sinar matahari yang super duper jos gandos. Gila bener dah pembaca, untuk umur sudah lebih dari 40 sepertinya melakukan pendakian ini adalah hal yang keliru dah. Apalagi menyamakan diri dengan pendaki dari luar negeri yang mendaki hanya pake sendal jepit tanpa baju dan celanan pendek saja.

Dengan mengambil pemberhentian berkali-kali, minum berkali-kali dan cek cek HP berkali-kali, ternyata berhasil juga saya menuju sebuah puncak yang menurut info adalah spot terbaik untuk bisa melihat 3 pantai dengan warna pasir yang berbeda, putih, hitam dan merah muda alias pink!! Tadi di atas sempat juga sih donlod dan pasang aplikasi altimeter. Ternyata ketinggiannya hanya 165 meter saja lo, tadi saya pikir sudah ribuan meter. Jadi bisa bayangkan deh gimana rasanya di gunung yang ribuan meter omg deh.

Pulau Padar, sebuah pulau yang menjanjikan sebuah pemandangan spektakuler, dengan syarat tidak hanya sebuah ketekunan, keinginan dan semangat, namun juga kesehatan. So, bagi pembaca yang tidak yakin dengan kesehatan dan kebugaran, cukup naik ke tangga batu yang pertama saja dan nikmati pemandangannya. Bagi yang merasa cukup kuat dan sehat, nikmati a spectacular views from top and dont  forget, sharelah moment spektakuler Anda sehingga dunia tahu betapa amazingnya Indonesia. Oya satu lagi tadi kelupaan, satu hal yang super berkesan adalah kita tidak menemukan sampah or coretan apapun di bukit ini. Bandingken dah dengan di tempat lain .. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *