
Saya ingin ikutan urun pendapat pribadi tentang maraknya demo sana sini
tentang kenaikan BBM di Indonesia. Saya heran sekali kepada mahasiswa2x yang suka demo dan bakar2x ban itu sehingga memacetkan jalan dan mungkin meresahkan warga. Sampai melempar-lempar polisi lagi.
Katanya intelektual, kok prilakunya kayak orang yang tidak berpendidikan. Setahu saya, waktu saya jadi mahasiswa dulu, kami malu disebut mahasiswa kalau kita jadi orang goblok. Goblok itu definisinya diantaranya adalah pas waktu ujian ndk bisa jawab, waktu ujian ketahuan nyontek, bikin malu orang tua
karena habisin duit orang tua untuk kuliah ternyata tidak lulus. Goblok juga berarti ribut2x tentang sebuah isu yang tidak tahu tingkat kebenarannya tapi udah ikut2xan ribut, sampe ndk kuliah segala. Nah, waktu itu kalau kita melakukan hal2x seperti itu, pasti dah kita tidak mau disebut mahasiwa. Karena malu !
Sekarang kok seperti ini ya. BBM naik, mahasiwa demo anarkis dimana-mana.
Kalau memang mahasiswa, harusnya melakukan aksi lebih pintar.
Contohnya, mahasiswa2x menunjuk perwakilannya masing2x dari setiap kampus di Indonesia. Wakil mahasiswa itu haruslah mahasiwa yang pintar beneran. BUKAN PINTAR BICARA. Bisa dilihat dari nilai IP nya kan. Sedangkan mahasiswa yang bodo atau yang dengan kesadaran tinggi merasa bodoh, agar tetap melanjutkan kuliah agar pinter. (biar ndk malu2x in sebagai mahasiwa).
Nah, perwakilan2x dari seluruh Indonesia ini berkumpul dan berdiskusi tentang kenaikan BBM. Mulai dari asal muasalnya. SAMPAI SOLUSI. Kalau ternyata diskusi macet karena ternyata wakil mahasiswa yang dipilih dari yang pinter2x juga tidak bisa merumuskan solusi karena TIDAK TAHU APA2x, sebaiknya para perwakilan itu segera pulang dan kembali ke kampus untuk kembali lagi belajar biar pinter.
Kalau semisal sudah punya hasil diskusi dan solusi, tunjuk lagi wakil terpinter. Dan segera menghadap ke DPR dengan menggandeng sebuah lembaga fasilitasi. Jangan langsung menghadap sendiri nanti tidak diterima disono, karena kan belum tentu DPR mau terima kalau ternyata mahasiwa lebih pinter. Jangan lupa,
acara pertemuan dengan DPR itu harus diliput media massa bila perlu siaran langsung. Pasti ndk bayar deh, karena stasiun TV kemungkinan akan senang sekali kalau ada berita2x yang kemungkinan akan membuat rame seperti ini (walupun menjurus ke runyam !) Para mahasiwa ndk usah takut, kalau nanti ternyata di siaran Live itu ketahuan apakah mahasiwa yang bodoh or pinter.
Inget, hal ini dilakukan HARUS SEBELUM adanya kenaikan BBM. Karena kalau sudah kejadian,
kan sama juga bohong tuh. Untuk apa ribut setelah kenaikan, kan harus ribut sebelumnya.
Nah, selanjutnya adalah tugas DPR yang berbicara dengan Pemerintah, dalam kerangka mendengar pendapat dan memberi saran. Sementara itu mahasiwa pulang dan kembali kuliah biar tambah pinter.
Mahasiswa sbagai intelektual harus percaya penuh dengan sistem di negara kita ini
termasuk ke DPR dan Pemerintah.
Kalau semisal BBM tetap naik, maka pastilah itu solusi terbaiknya.
Kesimpulannya gini, kalau berani disebut mahasiswa (coba artikan maha dan siswa), maka
sebaiknya Anda memang orang pinter minimal dalam nilai bisa dibuktikan.
Kalian juga harus berbicara dengan otak dan hati, bukan dengan dengkul dan mulut tok.
Kalau memang demo, sebaiknya baca dulu aturan demo itu, waktunya dan lokasinya, jgn
lupa surat ijinnya juga.
If(anarkis)
echo “PREMAN”
else
echo “MAHASIWA”
KEMBANGKAN BUDAYA MALU !!!!
MALU DISEBUT MAHASIWA KALAU CUMAN PUNYA KTM TOK TAPI TIDAK BISA
BERPIKIR SEPERTI SEBAGAI MAHASIWA



1 response so far ↓
1 Putu // May 28, 2008 at 2:16 am
sebaiknya pihak kampus lebih mulai program meminterkan mahasiswanya tentang demo, anarkis, ham dan politik
Leave a Comment